Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Kabupaten Kupang mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil mendapatkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen dari pemerintah pusat.
Program pendidikan berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem itu ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan Kabupaten Kupang menjadi satu-satunya daerah di NTT yang telah memenuhi seluruh persyaratan penyediaan lahan sehingga dipilih sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen pertama di provinsi tersebut.
“Untuk kesempatan pertama baru Kabupaten Kupang yang memenuhi syarat tanahnya untuk kemudian dibangun Sekolah Rakyat. Kami berharap daerah lain segera menyiapkan lahan sehingga program ini bisa terus berkembang,” ujar Gus Ipul saat meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Tilong Dam, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Minggu (31/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mensos didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma.
Progres Pembangunan Sudah Mencapai 75 Persen
Gus Ipul mengungkapkan progres pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang telah mencapai sekitar 75 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung tepat waktu sehingga kegiatan belajar mengajar bisa dimulai pada Juli 2026.
“Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang posisinya sudah mencapai dan mendekati 75 persen. Kita sudah melihat model asrama untuk siswa dan kita harapkan pembelajaran bisa dimulai pada bulan Juli mendatang,” katanya.
Keberadaan Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
Hadiah Presiden Prabowo untuk Anak-anak Miskin Ekstrem
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya.
“Ini adalah hadiah, ini adalah persembahan Presiden Prabowo Subianto untuk keluarga paling tidak mampu dalam rangka memutus mata rantai kemiskinan dan menghasilkan Generasi Emas 2045,” ujarnya.
Berdiri di Atas Lahan 10 Hektare, Lengkap dengan Asrama
Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dengan konsep pendidikan terpadu berbasis asrama.
Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang belajar modern, asrama siswa dan guru, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, hingga fasilitas pengembangan minat dan bakat.
Saat beroperasi penuh nanti, sekolah ini diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
“Gedung ini bisa menampung lebih dari 1.000 siswa termasuk di dalamnya ada asrama untuk guru, fasilitas olahraga, fasilitas ekstrakurikuler, laboratorium dan perpustakaan yang semuanya menjadi bagian dari dukungan proses pembelajaran,” jelas Gus Ipul.
Tahun Pertama Terima 300 Siswa
Penerimaan peserta didik akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun pertama, sekolah ini akan menerima sekitar 300 siswa yang terdiri dari 100 siswa SD, 100 siswa SMP, dan 100 siswa SMA.
Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga kapasitas penuh tercapai pada tahun 2028.
“Setiap tahun kita menerima sekitar 300 siswa. Dalam tiga tahun ke depan kapasitas sekolah akan terisi penuh,” ungkapnya.
Seleksi siswa akan difokuskan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem berdasarkan data kesejahteraan sosial yang telah diverifikasi pemerintah.
Gubernur NTT Siap Kawal hingga Tuntas
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus mengawal pembangunan Sekolah Rakyat agar target operasional Juli 2026 dapat tercapai.
“Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, kami akan terus mengawal proses pembangunan yang sekarang sudah mencapai 75 persen agar segera mencapai 100 persen dan bisa beroperasi sesuai target,” kata Melki.
Ia juga mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota di NTT untuk segera menyiapkan lahan yang memenuhi syarat agar program Sekolah Rakyat dapat diperluas ke daerah lain.
Dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa, fasilitas modern, dan sistem pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang diharapkan menjadi model pemerataan pendidikan di NTT sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan