So’E, RakyatNTT.ID – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Sebanyak 43 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Para korban terdiri dari 34 siswa SMA Negeri 1 Amanuban Selatan, tiga siswa SD GMIT Panite, serta enam guru dan pegawai.

Kasus ini pertama kali terungkap pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 10.09 WITA, saat empat siswa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Panite dengan keluhan diare, sakit perut, dan sakit kepala usai mengonsumsi MBG sehari sebelumnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Carolina Tahun, segera mengerahkan Tim Respon Cepat (TRC) untuk melakukan investigasi epidemiologi sekaligus penanganan medis.

Hingga sore hari, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 43 orang. Gejala yang paling banyak dilaporkan meliputi diare (86 persen), sakit perut (65 persen), mual (35 persen), pusing (28 persen), serta muntah dan lemas.

Seluruh korban ditangani di Posko Puskesmas Panite dan posko darurat BPBD. Dari total pasien, 27 orang telah dipulangkan setelah kondisi membaik, sementara 16 lainnya masih menjalani perawatan intensif, sebagian dengan infus.