Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Gerakan total Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (Permasku) berhasil menarik perhatian Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, orang nomor dua di Indonesia itu dijadwalkan meninjau langsung kondisi jalan dan jembatan rusak di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Aksi puluhan mahasiswa tersebut berlangsung di Bundaran Adipura Kota Kupang pada Kamis malam (21/5/2026) sekitar pukul 19.00 Wita. Mereka sengaja menunggu iring-iringan kendaraan Wakil Presiden untuk menyampaikan langsung aspirasi terkait kondisi masyarakat Amfoang.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Gibran yang saat itu didampingi Gubernur NTT Melki Laka Lena berhenti dan menemui para mahasiswa untuk mendengarkan tuntutan yang mereka bawa.
Ketua Permasku, Asten Bait mengatakan, aksi yang dilakukan mahasiswa bukan berupa demonstrasi ataupun orasi, melainkan penyambutan damai untuk menyampaikan penderitaan masyarakat di wilayah perbatasan RI-Timor Leste tersebut.
“Kami tidak orasi, kami hanya menyambut di Bundaran Adipura, kebetulan lewat dan menemui kami,” ungkap Asten kepada RakyatNTT.id.
Dalam kesempatan itu, Permasku menyerahkan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat. Salah satu poin utama yang disampaikan yakni meminta enam kecamatan di Amfoang menjadi prioritas pembangunan nasional karena merupakan kawasan terdepan NKRI.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah pusat membangun SPBU di Amfoang Utara dan sekitarnya guna mengatasi persoalan kelangkaan BBM yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Wilayah enam kecamatan di Amfoang harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah pusat. Untuk mengatasi kelangkaan BBM perlu dibangun SPBU di Amfoang Utara dan sekitarnya. Itu langsung dijawab Pak Wapres,” jelasnya.
Permasku juga menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Amfoang yang dinilai menghambat aktivitas masyarakat. Banyak ruas jalan mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah jembatan rusak belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Menurut Asten, kondisi tersebut menyulitkan warga dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.
Selain infrastruktur, mahasiswa juga meminta perhatian pemerintah pusat terhadap layanan kesehatan, khususnya pengembangan Rumah Sakit Pratama Amfoang di Manubelon agar pelayanan medis bagi masyarakat perbatasan dapat berjalan optimal.
“Dari semua tuntutan yang kami sampaikan, Pak Wapres langsung menjawab itu semua dan mengatakan itu menjadi atensi,” katanya.
Tak hanya menerima aspirasi, Gibran juga dikabarkan akan meninjau langsung kondisi infrastruktur rusak di Amfoang pada Jumat pagi (22/5/2026), sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Rote Ndao.
Informasi tersebut diperoleh Permasku melalui tim pengamanan Wakil Presiden.
“Informasi yang sudah saya dapatkan bahwa Pak Wapres akan ke Amfoang untuk melihat langsung masalah jembatan dan jalan seperti di Termanu dan Kapsali,” pungkas Asten. (rnc04)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan