Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan Siber Sehat NTT sebagai gerakan edukasi dan literasi digital yang menyasar pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat umum.
Menurut Melki, program ini bukan hanya sekadar program teknologi, tetapi juga gerakan sosial dan pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan digital masyarakat.
“Program ini bertujuan melindungi masyarakat dari konten berbahaya serta mendorong penggunaan teknologi yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab,” katanya.
Bangun Ekosistem Digital Sehat dari Keluarga dan Sekolah
Melki menegaskan pembangunan ekosistem digital yang sehat harus dimulai dari tiga ruang utama, yakni keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
Ia mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi penggunaan gadget anak-anak di rumah. Selain itu, sekolah diharapkan memperkuat pendidikan karakter dan kedisiplinan digital.
Tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, hingga para content creator lokal juga diminta ikut mengambil peran dalam gerakan tersebut.
Program Siber Sehat NTT juga disebut selaras dengan kebijakan Pemprov NTT melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.
“Kita ingin menghadirkan kembali budaya belajar, budaya membaca, dan budaya berdiskusi di rumah. Kita ingin anak-anak NTT tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga aktif membangun masa depan mereka,” ujar Melki.
Satgas Siber Sehat NTT Siap Terima Laporan Konten Berbahaya
Melalui Satgas Siber Sehat NTT yang dikelola Dinas Kominfo Provinsi NTT, masyarakat nantinya dapat melaporkan konten digital mencurigakan atau berpotensi membahayakan melalui kanal resmi pemerintah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan