Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Pasca kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, berbagai tanggapan bermunculan di media sosial terkait Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena.
Potongan video yang beredar memperlihatkan Gubernur Melki memegang handphone saat Wapres Gibran mendengarkan aspirasi masyarakat dalam pertemuan singkat di Amfoang, Jumat (22/5/2026). Unggahan tersebut memicu opini publik yang menilai Gubernur NTT tidak fokus terhadap keluhan warga.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Mesakh Mbura meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh opini negatif yang berkembang di media sosial.
“Kita harus mengapresiasi kehadiran Pak Gubernur. Momen kehadiran Pak Wapres tentu sebagai kepala daerah harus hadir, walau Gubernur tahu tentang kondisi Amfoang,” kata Mesakh kepada RakyatNTT.id, Sabtu (23/5/2026).
Menurut legislator Perindo tersebut, penggunaan handphone oleh Gubernur Melki bukan berarti tidak memperhatikan masyarakat. Ia menilai smartphone saat ini menjadi bagian penting dalam mendukung kerja lapangan, termasuk mencatat berbagai kebutuhan dan aspirasi warga.
“Pak Gubernur mendengar dengan seksama saudara-saudara kita di Amfoang. Mari kita mendukung sehingga secepatnya akses jalan dan jembatan bisa dibangun kembali,” ujarnya.
Apresiasi untuk Gerakan Mahasiswa Permasku
Mesakh juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa Kabupaten Kupang yang tergabung dalam Permasku. Ia menilai gerakan yang dipimpin Asten Bait berhasil menarik perhatian Wakil Presiden Gibran hingga turun langsung melihat kondisi Amfoang.
“Saya angkat topi untuk teman-teman mahasiswa. Ini gerakan yang luar biasa, sebagai dewan saya mengapresiasi,” ucapnya.
Menurut Mesak, perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Amfoang menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah tersebut.
DPRD Siap Kawal Hasil Kunjungan Wapres
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Kupang, Mesakh menegaskan pihaknya akan mengawal seluruh rekomendasi yang telah dicatat pemerintah daerah usai kunjungan kerja Wakil Presiden.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah pelayanan kesehatan di Amfoang yang dinilai masih membutuhkan dukungan maksimal dari Pemerintah Kabupaten Kupang.
Selain itu, Pemkab Kupang juga diharapkan mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur sesuai hasil kunjungan kerja Wapres Gibran.
“Tentu di kunker Pak Wapres itu ada catatan kepada Pemkab Kupang, apa saja yang harus dipersiapkan, maka hal ini wajib kami kawal,” jelas Mesak.
Ia juga mengingatkan agar setiap proyek pembangunan dilakukan secara detail dan sesuai kondisi lapangan. Mesakh mencontohkan pembangunan jembatan di Fatuleu Barat tepatnya di Sungai Siumate yang sebelumnya rusak akibat konstruksi yang dinilai tidak sesuai.
“Mari kita dukung Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan Pemerintah Pusat untuk mengonkretkan gagasan teman-teman Permasku dan masyarakat di Amfoang,” pungkasnya. (rnc04)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan