Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, pembentukan karakter anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sekolah maupun pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan gereja.
Bupati juga menyoroti perilaku remaja yang mulai mengganggu ketenteraman masyarakat, seperti pesta minuman keras dan aksi balap liar pada malam hari. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial dan pergaulan sehari-hari.
Selain itu, ia mengajak anak dan remaja untuk terus menumbuhkan sikap rendah hati, jujur, tulus, serta memiliki semangat belajar yang tinggi demi masa depan yang lebih baik.
Bupati berharap hasil pra sidang dapat melahirkan keputusan strategis yang berdampak nyata bagi pelayanan anak dan remaja di Gereja Kristen Sumba.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sumba Barat didampingi Ketua BPMS GKS.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat.
Prasidang Komisi Anak dan Remaja Tingkat Sinode GKS Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan program kerja konkret untuk memperkuat pelayanan gereja sekaligus menyiapkan generasi penerus yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan