Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waikabubak, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, menyambut audiensi bersama Rektor dan jajaran Universitas Flores (Uniflor) terkait pengembangan program Pascasarjana Magister Manajemen, Jumat (17/4/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pembangunan daerah.
Dalam audiensi tersebut, Wabup Thimo menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Flores yang dinilai sejalan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas SDM di Sumba Barat.
“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mendukung penuh program Pascasarjana Magister Manajemen sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas SDM lokal,” tegasnya.
Ia juga mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat untuk memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kerja. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pembangunan.
Dorong KKN dan Pengabdian Masyarakat
Selain program akademik, Wabup Thimo turut menyambut baik rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Flores di wilayah Sumba Barat.
“Sumba Barat aman dan sudah sering menjadi lokasi KKN berbagai universitas unggulan di Indonesia. Kami berharap Universitas Flores terus mengirimkan mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Program Fleksibel untuk ASN dan Pekerja
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Flores memaparkan keunggulan program Magister Manajemen yang dirancang khusus bagi kalangan pekerja. Menariknya, 100 persen mahasiswa berasal dari kelas pekerja, dengan sekitar 50 persen angkatan pertama merupakan ASN.
Program ini terbukti memberikan dampak karier signifikan. Sejumlah lulusan telah mendapatkan promosi jabatan, mulai dari Sekretaris Camat menjadi Camat, kepala bagian strategis di pemerintahan, hingga mutasi ke daerah lain seperti Bandung. Bahkan, beberapa alumni telah menjadi dosen, termasuk di Sumba Barat.
Dari sisi akademik, program ini menawarkan sistem perkuliahan fleksibel dengan jadwal akhir pekan, yakni Jumat pukul 17.00–22.00 WITA dan Sabtu mulai pukul 10.00 hingga malam. Selain itu, masa studi relatif singkat, yakni sekitar 1,5 tahun dengan sistem pembelajaran hybrid yang memungkinkan mahasiswa kuliah dari mana saja.
Tenaga pengajar berasal dari kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri ternama, dosen tetap berpengalaman, serta dosen tamu dari dalam dan luar negeri, termasuk akademisi dari Australia.
Saat ini, program Magister Manajemen Universitas Flores telah memasuki angkatan keempat dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah seperti Nusa Tenggara, Bali, Kupang, Labuan Bajo, Rote, hingga Sikka.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Universitas Flores dalam mencetak SDM unggul demi mendorong kemajuan daerah. (*/rnc)
