Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., menerima kunjungan Tim Kerja Persiapan Penyelidikan Epidemiologi (PE) Leptospirosis di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).
Tim tersebut terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Surveilans Kewaspadaan Dini, Respon KLB/Wabah, program Tuberkulosis (TB), Zoonosis, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Salatiga, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, serta Dinas Peternakan Provinsi NTT.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, KB dan PP beserta jajaran.
Sampaikan Hasil Temuan dan Upaya Penanganan
Kunjungan tim bertujuan untuk menyampaikan hasil temuan lapangan sekaligus merumuskan strategi penanganan dan pencegahan penyebaran leptospirosis di Kabupaten Sabu Raijua.
Sejumlah langkah telah dilakukan tim, di antaranya surveilans gabungan yang mencakup kunjungan ke rumah penderita di empat lokasi, yakni Desa Raeloro dan Kelurahan Mebba di Kecamatan Sabu Barat, serta Desa Peddaro di Kecamatan Hawu Mehara.
Selain itu, tim sanitarian melakukan penangkapan dan pembedahan sembilan ekor tikus guna mengambil sampel organ seperti ginjal, paru-paru, dan serum untuk memastikan keberadaan bakteri leptospira.
Survei Hewan dan Edukasi Masyarakat
Upaya lain juga dilakukan melalui survei terhadap hewan peliharaan seperti anjing, kucing, sapi, kambing, dan babi oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT bersama pemerintah daerah.
Tim juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk di Posyandu dan SD 2 Seba, guna meningkatkan kesadaran tentang bahaya leptospirosis.
Dukungan logistik turut diberikan, seperti bantuan rapid diagnostic test (RDT) leptospirosis dari pemerintah pusat serta racun tikus dari pemerintah provinsi.
Pemda Bergerak Cepat
Wakil Bupati Thobias Uly menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan kasus leptospirosis di daerahnya.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari RSUD terkait adanya pasien yang meninggal dunia akibat leptospirosis.
“Pemda langsung menggelar rapat lintas sektor untuk merumuskan langkah konkret pencegahan,” ujarnya.
Langkah-langkah yang telah diambil meliputi kurve lingkungan di lokasi awal kasus, pemberian bantuan obat-obatan, pembangunan infrastruktur sederhana seperti gorong-gorong, penyediaan selang dan tandon air, serta edukasi masif kepada masyarakat.
Komitmen Tindak Lanjut
Dinas Kesehatan setempat juga terus mengintensifkan edukasi agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala leptospirosis.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti seluruh hasil temuan tim, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Penanganan leptospirosis menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegasnya. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

