Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan pertolongan pertama pada korban henti napas dan henti jantung mendadak melalui teknik kompresi dada dan napas buatan, guna mencegah kerusakan otak atau kematian.

Sesi berikutnya diisi dengan pelatihan teknik pemindahan darurat korban, termasuk penanganan bagi penyandang disabilitas oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Kupang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi SOP Sistem Peringatan Dini Inklusi serta SOP pelaporan kejadian bencana menggunakan aplikasi Lapor Cepat milik BPBD Provinsi NTT.

Ernest menambahkan bahwa pelatihan ini akan diperluas secara bertahap kepada lebih banyak mitra pengemudi daring di Kota Kupang.

Iklan

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026 sekaligus upaya memperkuat implementasi sistem peringatan dini inklusif di tingkat kota. Simulasi yang dilakukan berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari seluruh peserta.

Sebagai informasi, Program SIAP SIAGA merupakan kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berfokus pada penguatan pengelolaan risiko bencana di tingkat nasional maupun daerah. (*/rnc)