Rich Starry: Kapal milik perusahaan China, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, menjadi kapal pertama yang keluar dari kawasan Teluk sejak blokade dimulai. Kapal ini mengangkut sekitar 250.000 barel metanol yang dimuat dari pelabuhan Hamriyah, UEA.

China Kecam Keras Aksi Amerika Serikat

Keberhasilan kapal Rich Starry melintasi Selat Hormuz menjadi sorotan utama, mengingat kapal dan pemiliknya tersebut sedang berada dalam daftar sanksi AS. Meski demikian, pihak Shanghai Xuanrun Shipping hingga kini belum memberikan komentar resmi.

Di sisi lain, pemerintah China tidak tinggal diam. Kementerian Luar Negeri China secara terbuka mengecam tindakan Washington.

“Blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran adalah tindakan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab,” tegas perwakilan Kemenlu China dalam pernyataan resminya, Selasa (14/4).

Beijing memperingatkan bahwa blokade ini hanya akan memperkeruh stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menariknya, dalam pernyataan tersebut, China sama sekali tidak menyinggung status kapal-kapalnya yang saat ini sedang menavigasi perairan sensitif tersebut di bawah bayang-bayang sanksi. (*/rnc)