Kupang, RakyatNTT.ID Guru Besar Fisika Material Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Zakarias Seba Ngara, S.Si., M.Si., Ph.D., menegaskan pentingnya peran fisika material dalam menjawab berbagai tantangan global seperti krisis energi, pangan, dan pencemaran lingkungan.

Hal ini disampaikan Prof. Zakarias dalam orasi ilmiah pada acara Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Undana pada Rabu, 8 April 2026 di Grha Cendana, Kupang.

Dalam pemaparannya, Prof. Zakarias menjelaskan bahwa fisika material tidak hanya berkutat pada teori atom dan elektron, tetapi berfokus pada rekayasa material agar memiliki nilai guna lebih tinggi bagi kehidupan manusia.

“Prinsip fisika material adalah merekayasa material yang kurang bermanfaat menjadi material baru yang lebih bernilai dan fungsional,” ujarnya.

Karbon Nanodots, Material Masa Depan

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah karbon nanodots (K-dots), nanomaterial berbasis karbon berukuran 2–10 nanometer. Meski sangat kecil, material ini memiliki sifat unik seperti fluoresensi (memancarkan cahaya saat disinari UV), mudah larut dalam air, stabil terhadap cahaya, serta tidak beracun.

Sifat tersebut menjadikan K-dots memiliki banyak aplikasi, mulai dari sensor logam, bioimaging, bahan LED, hingga media penghantar obat dalam tubuh manusia.