Prof. Zakarias menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara akademisi, industri, dan pemerintah agar hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan secara nyata.

Tantangan dan Masa Depan

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan K-dots adalah menemukan bahan organik yang memiliki kelarutan tinggi dalam air. Dari hasil riset, hanya beberapa bahan seperti kulit manggis dan biji nangka yang menunjukkan karakteristik tersebut.

Meski demikian, Prof. Zakarias optimistis bahwa pengembangan material berbasis potensi lokal NTT dapat menjadi solusi berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi daerah.

“Melalui rekayasa material organik lokal, kita tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang kompetitif di tingkat nasional dan global,” pungkasnya.

Biodata

Identitas Diri

  • Nama : Prof. Zakarias Seba Ngara, S.Si, M.Si, Ph.D
  • TTL: Ande Maliti, Sumba Barat Daya, 23 Juli 1977
  • Jabatan Struktural: Ketua Gugus Penjamin Mutu (GPM) FST Undana
  • Alamat: Perumahan RSS Baumata, Kec. Taebenu, Kab. Kupang

Keluarga

  • Istri: Marini, A.Md, S.I.Put
  • Anak-anak: Callista Valentine Ina Ngara dan Dilon Maizah Ngara Ayumi Ina Ngara
  • Ayah: Yakobus Malo Ole (Almarhum)
  • Ibu : Elisabet Nida Bera

Riwayat Pendidikan

  • SD Katolik Kiku Boko (1983-1989)
  • SMP Negeri 1 Elopada (1989-1992)
  • SMA Kristen 1 Waikabubak (1992-1995)
  • FKIP Undana (1995-1996)
  • FMIPA UGM (1997-2000)
  • S2 Fisika, FMIPA UGM (2004-2006)
  • S3 Faculty of Pure and Applied Science, University of Tsukuba Jepang (2016-2019)

(rnc)