Kupang, RakyatNTT.ID Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang menyambut positif keputusan pemerintah pusat yang menambah anggaran infrastruktur Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp99,65 miliar pada tahun 2026.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai sinyal harapan bagi masyarakat NTT yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas akibat kondisi geografis kepulauan serta ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Ketua Cabang GMKI Kupang, Andraviani F. U. Laiya, menegaskan bahwa tambahan anggaran tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen fiskal, melainkan peluang nyata untuk menghadirkan keadilan pembangunan, khususnya bagi wilayah tertinggal seperti Amfoang di Kabupaten Kupang.

Menurut GMKI Kupang, alokasi anggaran yang difokuskan pada pembangunan jalan dan jembatan harus benar-benar berpihak kepada masyarakat paling rentan dan terisolasi. Selama ini, warga Amfoang masih menghadapi kondisi jalan rusak berat, akses transportasi berisiko, serta keterbatasan mobilitas ekonomi dan pelayanan dasar.

“Tambahan anggaran ini adalah kabar baik bagi NTT. Namun kabar baik hanya akan menjadi nyata apabila pemerintah daerah berani menentukan keberpihakan. Amfoang tidak boleh lagi menjadi wilayah yang menunggu terlalu lama untuk merasakan kehadiran negara,” tegas Andraviani.