Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
GMKI menilai bahwa persoalan konektivitas tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan masyarakat, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Jalan yang rusak, lanjutnya, bukan hanya memperlambat mobilitas, tetapi juga memperpanjang beban sosial dan ekonomi warga di wilayah terpencil.
Oleh karena itu, GMKI Kupang mendesak Pemerintah Provinsi NTT untuk merespons tambahan anggaran dari pemerintah pusat secara strategis, dengan menjadikan pembangunan jalan di Amfoang sebagai prioritas utama pada tahun 2026.
Organisasi mahasiswa ini juga menekankan bahwa pembangunan harus berlandaskan prinsip keadilan sosial, dengan mendahulukan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tertinggi.
Selain itu, percepatan konektivitas di kawasan seperti Amfoang diyakini akan memberikan dampak luas, mulai dari penurunan biaya logistik, stabilisasi harga bahan pokok, hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat dan terbukanya peluang investasi.
GMKI Kupang juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam implementasi anggaran, agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
