Dalam suratnya, Myscha juga mengusulkan agar anggaran MBG dapat dialokasikan langsung ke sekolah atau orang tua siswa. Menurutnya, skema tersebut bisa lebih aman karena pengelolaan makanan dapat disesuaikan dengan kondisi lokal serta standar keamanan pangan setempat.

Ia juga menyinggung adanya pemberitaan terkait dugaan pemotongan anggaran oleh oknum tidak bertanggung jawab di beberapa daerah lain.

Lebih jauh, Myscha berharap pemerintah memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan guru dan sarana prasarana pendidikan di wilayah 3T. Ia menyebut kebutuhan mendesak di sekolahnya antara lain perlengkapan belajar seperti tas, buku, dan seragam, perbaikan ruang kelas, serta peningkatan kesejahteraan guru.

“Saya yakin kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar. Nggak perlu takut keracunan juga,” tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur maupun Badan Gizi Nasional terkait belum terealisasinya program MBG di SDI Compang Ngeles.

Surat terbuka tersebut rencananya akan dikirim ke Istana Negara serta diunggah ke media sosial dengan harapan mendapat perhatian pemerintah pusat.

Berikut bunyi surat tulisan Myscha: