Di sisi lain, penyesuaian harga BBM dinilai bukan opsi ideal dalam jangka pendek karena daya beli masyarakat masih lemah. Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk melakukan efisiensi belanja dan realokasi anggaran sebagai langkah strategis menjaga stabilitas fiskal.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif pada perdagangan berikutnya, dengan potensi berada di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.150 per dolar AS. (*/rnc)