TIMNAS Bosnia dan Herzegovina kembali mencuri perhatian dunia sepak bola setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 secara dramatis. Kepastian tersebut diraih usai menyingkirkan Italia melalui adu penalti di babak playoff.

Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi Bosnia, yang terakhir kali tampil di Piala Dunia pada edisi 2014 di Brasil. Setelah lebih dari satu dekade absen, mereka kini kembali dengan ambisi baru untuk melangkah lebih jauh.

Lolos Lewat Jalan Terjal

Bosnia memulai perjalanan dari Grup H kualifikasi zona Eropa bersama Austria, Rumania, Siprus, dan San Marino. Mereka finis sebagai runner-up dengan 17 poin, terpaut dua angka dari Austria.

Hasil tersebut memaksa Bosnia menempuh jalur playoff. Di semifinal, mereka menyingkirkan Wales lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1.

Drama berlanjut di final saat menghadapi Italia. Bermain di Zenica, Bosnia kembali bermain imbang 1-1 sebelum akhirnya menang 4-1 di babak adu penalti. Dua eksekutor Italia gagal menjalankan tugasnya, memastikan langkah Bosnia ke putaran final.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan buruk Italia yang gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia berturut-turut, yakni 2018, 2022, dan 2026.

Belajar dari Pengalaman 2014

Penampilan Bosnia di Piala Dunia 2014 menjadi tonggak sejarah penting. Saat itu, mereka tergabung bersama Argentina, Nigeria, dan Iran.

Meski hanya meraih satu kemenangan dan gagal lolos dari fase grup, pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi generasi saat ini untuk tampil lebih kompetitif.

Era Baru di Bawah Sergej Barbarez

Timnas Bosnia kini ditangani oleh legenda mereka sendiri, Sergej Barbarez. Sejak ditunjuk pada 2024, ia membawa pendekatan disiplin dan mengedepankan kerja sama tim.

Barbarez memadukan pemain senior dengan talenta muda. Dalam 20 pertandingan yang telah dijalani, Bosnia mencatatkan delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Esmir Bajraktarevic, Bintang Masa Depan

Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Esmir Bajraktarevic. Pemain muda PSV Eindhoven itu digadang-gadang menjadi motor serangan Bosnia.

Dengan kecepatan, kreativitas, dan kemampuan dribel, Bajraktarevic mampu menjadi pembeda di lini depan. Fleksibilitasnya sebagai winger maupun gelandang serang membuatnya menjadi aset penting tim.

Skuad Solid dan Peluang Kejutan

Bosnia datang ke Piala Dunia 2026 dengan kombinasi pemain berpengalaman seperti Edin Dzeko dan Sead Kolasinac, serta talenta muda potensial.

Meski berstatus non-unggulan, Bosnia justru berpeluang menjadi kuda hitam. Tanpa beban besar, mereka bisa tampil lepas dan memberi kejutan, seperti saat menyingkirkan Italia.

Namun, kunci utama perjalanan mereka tetap pada konsistensi. Jika mampu menjaga performa, Bosnia berpeluang melangkah lebih jauh dan mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026.

Berikut daftar terakhir skuad Bosnia dan Herzegovina per 31 Maret 2026.

Kiper: Nikola Vasilj (FC St. Pauli), Osman Hadzikic (Slaven Belupo), Martin Ziomislic (Rijeka)

Bek: Nihad Mujakic (Gaziantep), Nidal Celik (Lens), Tarik Muharemovic (Sassuolo), Sead Kolasinac (Atalanta), Amad Dedic (Benfica), Nikola Katic (Schalke 04), Stjepan Radeljic (Rijeka)

Gelandang: Benjamin Tahirovic (Brondby), Armin Gigovic (Young Boys), Ivan Basic (Astana), Ivan Sunjic (Pafos), Amar Memic (Viktoria Plzen), Amir Hadziahmetovic (Hull City), Dzenis Burnic (Karlsruher SC), Kerim Alajbegovic (RB Salzburg), Esmir Bajraktarevic (PSV Eindhoven)

Penyerang: Samed Bazdar (Jagiellonia Bialystok), Ermedin Demirovic (VfB Stuttgart), Edin Dzeko (Schalke 04), Haris Tabakovic (Borussia Monchengladbach), Jovo Lukic (Universitatea Cluj). (*/rnc)