Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Dalam rangka memperingati Kebangkitan Kristus, Klasis Soe akan menggelar Pawai Paskah 2026 yang melibatkan puluhan jemaat dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/4/2026) siang ini dengan total 33 kontingen yang ambil bagian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 peserta berasal dari gereja se-Klasis SoE, sementara enam lainnya merupakan perwakilan dari klasis tetangga, termasuk tim Golgota dari rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS).
Pelaksanaan pawai akan diawali dengan registrasi peserta pukul 10.50 WITA dan dilanjutkan pelepasan rombongan pada pukul 12.30 WITA. Rute pawai dimulai dari Kantor Bupati TTS, melintasi Jalur Dua Civic Center, Jalan Negara menuju Kampung Rote, kawasan pertokoan, hingga berakhir di Lapangan Puspenmas. Di titik finish, seluruh peserta akan mengikuti ibadah syukur Paskah bersama.
Ketua Panitia Pawai Paskah Klasis SoE 2026, Yerim Yos Fallo, menjelaskan bahwa konsep tahun ini dirancang lebih inovatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menampilkan fragmen kisah sengsara hingga kenaikan Kristus, kegiatan ini juga melibatkan 21 UMKM pemuda serta festival seni musik.
“Kami melakukan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya dan menghadirkan konsep yang lebih berkelanjutan. UMKM dan pentas seni menjadi bagian penting untuk mendorong pemberdayaan pemuda GMIT,” ujar Yerim.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan rangkaian kegiatan refleksi yang mencakup pembakaran obor perdamaian serta lelang lagu. Hasil lelang tersebut akan digunakan untuk mendukung renovasi satu hingga dua sekolah GMIT yang membutuhkan.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda hadir untuk mendukung pendidikan di GMIT,” tambahnya.
Yerim juga menyampaikan target jangka panjang agar Pawai Paskah Klasis Soe dapat berkembang menjadi destinasi wisata rohani yang berkelanjutan di Kabupaten TTS.
Sementara itu, Ketua Klasis SoE, Pdt. Catlyn Biaf-Radja, M.Th., menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa perayaan Paskah tahun ini mengusung tema “Kristus Bangkit Memperbaharui Kemanusiaan” dengan pendekatan yang melibatkan peran aktif generasi muda.
“Kita ingin refleksi Paskah ini dikemas dengan cara orang muda, namun tetap menghayati makna sengsara hingga kenaikan Kristus,” jelasnya.
Panitia juga menetapkan sejumlah aturan, antara lain setiap peserta wajib didampingi pendeta, penggunaan sound system dibatasi, serta larangan keras konsumsi minuman keras selama kegiatan berlangsung. Peserta yang melanggar akan langsung dikeluarkan dari barisan.
Pelaksanaan Pawai Paskah ini mendapat dukungan penuh dari Polres TTS, Kodim 1621/TTS, serta Pemerintah Kabupaten TTS. Rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat yang melintas di Kota Soe pada siang hari diimbau untuk mengikuti arahan petugas demi kelancaran kegiatan.
Dengan melibatkan 33 peserta dari berbagai jemaat GMIT, pawai ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan, refleksi iman, sekaligus penguatan peran pemuda dalam kehidupan bergereja dan sosial di Timor Tengah Selatan. (rnc26)
