Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan rangkaian kegiatan refleksi yang mencakup pembakaran obor perdamaian serta lelang lagu. Hasil lelang tersebut akan digunakan untuk mendukung renovasi satu hingga dua sekolah GMIT yang membutuhkan.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda hadir untuk mendukung pendidikan di GMIT,” tambahnya.

Yerim juga menyampaikan target jangka panjang agar Pawai Paskah Klasis Soe dapat berkembang menjadi destinasi wisata rohani yang berkelanjutan di Kabupaten TTS.

Sementara itu, Ketua Klasis SoE, Pdt. Catlyn Biaf-Radja, M.Th., menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa perayaan Paskah tahun ini mengusung tema “Kristus Bangkit Memperbaharui Kemanusiaan” dengan pendekatan yang melibatkan peran aktif generasi muda.

“Kita ingin refleksi Paskah ini dikemas dengan cara orang muda, namun tetap menghayati makna sengsara hingga kenaikan Kristus,” jelasnya.

Panitia juga menetapkan sejumlah aturan, antara lain setiap peserta wajib didampingi pendeta, penggunaan sound system dibatasi, serta larangan keras konsumsi minuman keras selama kegiatan berlangsung. Peserta yang melanggar akan langsung dikeluarkan dari barisan.

Pelaksanaan Pawai Paskah ini mendapat dukungan penuh dari Polres TTS, Kodim 1621/TTS, serta Pemerintah Kabupaten TTS. Rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.