Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Momen paling mengesankan terlihat saat Bupati bersama pimpinan daerah dan tokoh gereja turut memanggul salib raksasa berwarna kuning keemasan sepanjang sekitar 15 meter yang dibawa oleh puluhan pemuda GMIT Klasis Lobalain.
Selain itu, masyarakat juga disuguhkan dengan penampilan yang mengangkat sejarah masuknya gereja pertama di Rote Ndao, yang memperdalam makna spiritual perayaan Paskah.
Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk merefleksikan makna pengorbanan Yesus Kristus dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga ketertiban selama pawai berlangsung serta menghargai pengguna jalan lainnya agar kegiatan berjalan aman dan lancar.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi, baik Pemerintah Daerah, GMIT, maupun seluruh denominasi gereja. Kebersamaan ini diharapkan semakin memperkuat persaudaraan dan menghadirkan damai sejahtera di tengah masyarakat,” ujar Paulus Henuk.
Perayaan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Rote Ndao yang diperingati pada 10 April 2026.
Sementara itu, untuk menjamin keamanan kegiatan, Polres Rote Ndao menerjunkan 60 personel yang disebar di sepanjang rute pawai, mulai dari titik start di depan Mapolres hingga finis di Kantor Bupati Rote Ndao, termasuk di sejumlah titik rawan kemacetan.
