Kupang, RakyatNTT.ID Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kota Kupang menemukan fakta mengejutkan saat melakukan uji petik lapangan ke Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Garam Beryodium di Kelurahan Penkase-Oeleta, Kecamatan Alak.

Fasilitas yang sebelumnya diklaim pemerintah masih aktif beroperasi itu justru ditemukan dalam kondisi mangkrak tanpa aktivitas produksi.

Anggota Pansus DPRD Kota Kupang dari Fraksi PAN, Robby Kan, mengungkapkan kekecewaannya atas perbedaan antara laporan eksekutif dengan kondisi nyata di lapangan. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan peninjauan bersama juru bicara Pansus, Dominggus Kale Hia, Rabu (22/4/2026).

“Kami ke sana karena menurut kepala dinas pabrik itu beroperasi. Tapi ternyata tidak ada aktivitas sama sekali. Kalau beroperasi, seharusnya ada kontribusi PAD untuk kota,” ujar Robby.

Ia menjelaskan, selama ini pihak dinas terkait selalu menyampaikan bahwa pabrik berjalan normal dalam berbagai rapat bersama DPRD. Namun, hasil pengecekan langsung menunjukkan mesin-mesin pengolah garam hanya terpasang tanpa digunakan.

“Ini jadi aneh. Setiap ditanya jawabannya beroperasi, tapi saat kami cek, mesin ada, bangunan ada, tapi tidak digunakan. Akibatnya PAD tidak ada, pemasukan daerah nol,” tegasnya.

Menurut Robby, kondisi ini sangat merugikan daerah mengingat besarnya anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan gedung serta pengadaan mesin di sentra IKM tersebut. Tidak beroperasinya fasilitas tersebut otomatis menghilangkan potensi pendapatan asli daerah yang seharusnya dapat mendukung perekonomian Kota Kupang.

Meski tidak mengikuti seluruh rangkaian peninjauan hingga selesai, ia menegaskan bahwa temuan utama Pansus adalah adanya kegagalan dalam pengelolaan aset daerah. Karena itu, ia mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen Sentra IKM Garam Beryodium.

“Intinya tidak beroperasi sehingga tidak ada pendapatan untuk daerah. Sangat disayangkan anggaran besar sudah digunakan, tapi manfaatnya tidak ada. Harus segera dicari solusi agar aset ini tidak sia-sia,” pungkasnya. (rnc)