Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati, Senin (13/4/2026).
Musrenbang ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, para camat, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, LSM, hingga insan pers.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyusun prioritas pembangunan daerah, sekaligus menyinergikan aspirasi masyarakat, pokok-pokok pikiran DPRD, serta program perangkat daerah.
“Seluruh perencanaan harus selaras dengan visi RPJMD 2025–2029, yaitu Sabu Raijua Bangkit, Maju, Sejahtera, dan Mandiri,” tegasnya.
Capaian Positif dan Tantangan Daerah 3T
Bupati memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,79 persen pada 2024 menjadi 4,50 persen pada 2025. Tingkat pengangguran menurun dari 3,79 persen menjadi 3,12 persen, sementara angka kemiskinan turun dari 28,13 persen menjadi 27,18 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 62,06 menjadi 62,74 poin.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa Sabu Raijua sebagai daerah kepulauan kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya logistik, hingga akses pelayanan dasar yang belum merata.
Selain itu, daerah juga dihadapkan pada ancaman perubahan iklim, potensi bencana, kenaikan harga BBM, serta keterbatasan fiskal akibat tingginya belanja pegawai dan menurunnya dana transfer.
Lima Isu Strategis Pembangunan 2027
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menetapkan lima isu strategis pembangunan tahun 2027, yaitu:
Peningkatan layanan dasar, termasuk pendidikan, kesehatan, penanganan kemiskinan, dan stunting, pengembangan ekonomi lokal berbasis kelautan, perikanan, pariwisata, dan UMKM, peningkatan infrastruktur dan transportasi, penguatan ketahanan pangan serta mitigasi bencana, dan peningkatan kinerja birokrasi.
Adapun tema pembangunan tahun 2027 adalah “Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Dasar serta Sektor Strategis dalam Mendorong Pertumbuhan yang Inklusif.”
Arahan Khusus Bupati
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan arahan khusus terkait penanganan kasus leptospirosis yang telah menimbulkan korban jiwa. Ia meminta Dinas Kesehatan bersama para camat untuk meningkatkan upaya pencegahan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta pemberantasan tikus.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong upaya swasembada garam melalui revitalisasi tambak, perluasan lahan produksi, serta menjalin dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.
Bupati menegaskan bahwa usulan masyarakat yang belum terakomodasi akan tetap diperjuangkan melalui skema pembiayaan lain seperti APBD Provinsi, APBN, maupun sumber sah lainnya.
Ajakan Kolaborasi
Menutup sambutannya, Bupati mengapresiasi sinergi DPRD serta peran camat, lurah, dan kepala desa sebagai ujung tombak pembangunan di daerah.
Ia mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk bermusyawarah secara konstruktif guna menghasilkan program pembangunan terbaik demi kemajuan Sabu Raijua dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui forum ini, mari kita satukan komitmen untuk membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*/rnc)
