So’E, RakyatNTT.ID Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV Tahun 2026, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Hotel Timor Megah, Kelurahan Karang Sirih, Kecamatan Kota So’E.

Muscab ini menjadi momentum penting bagi PKB TTS untuk melakukan konsolidasi sekaligus memilih bakal calon Ketua DPC PKB periode 2026–2031.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati TTS Eduard Markus Lioe, Komisioner Bawaslu TTS, Ketua dan Anggota KPU TTS, perwakilan partai politik seperti Perindo, Golkar, PKS, dan PAN, serta perwakilan DPW PKB NTT dan para peserta Muscab.

Ketua DPC PKB TTS, Relygius Usfunan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muscab kali ini merupakan pelaksanaan keempat sejak berdirinya DPC PKB di TTS.

“Hari ini kita melaksanakan Muscab PKB yang keempat, dengan agenda utama memilih bakal calon Ketua DPC PKB periode 2026–2031. Hasilnya akan dibawa ke DPW hingga DPP,” jelasnya.

Relygius juga memaparkan capaian PKB TTS selama masa kepemimpinannya sejak 2011. Pada Pemilu 2014, PKB berhasil meraih lima kursi DPRD Kabupaten dari lima daerah pemilihan serta satu kursi di tingkat provinsi.

Prestasi tersebut berlanjut pada Pemilu 2019, di mana PKB kembali memperoleh lima kursi dengan peningkatan perolehan suara dan menjadi partai dengan suara terbanyak kedua di TTS.

Sementara pada Pemilu 2024, PKB tetap mempertahankan lima kursi di tingkat kabupaten meski kehilangan kursi di DPRD Provinsi NTT.

“Capaian ini tidak lepas dari militansi kader PKB,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa PKB bukan sekadar partai berbasis agama, melainkan partai yang terbuka bagi semua kalangan sebagai “partai keluarga besar”.

“Fraksi PKB akan terus mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.

Muscab PKB tahun ini dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah di Provinsi NTT. Perwakilan DPW PKB NTT, Sisilia Magdalena Mau, yang juga memimpin jalannya sidang, membacakan amanat Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.

Dalam amanat tersebut, Muhaimin menegaskan bahwa Muscab harus menjadi momentum konsolidasi kekuatan partai, meluruskan arah perjuangan, serta mempertegas langkah strategis PKB ke depan.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas kader agar mampu menjalankan politik pelayanan, keteladanan, dan kepemimpinan.

Sisilia menambahkan, tujuan utama Muscab adalah memilih kader terbaik yang akan memimpin PKB TTS sekaligus mendorong target partai menjadi pemenang pada pemilu mendatang.

“Mekanisme tetap mengikuti petunjuk DPP, namun strategi pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi daerah,” ujarnya.

Muscab IV ini dilaksanakan melalui empat tahapan pleno, yakni penetapan tata tertib, penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) Ketua DPC periode sebelumnya, pengumuman bakal calon, serta pleno tambahan jika diperlukan.

Setelah tahapan Muscab, para bakal calon akan mengikuti proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di tingkat DPW, sebelum disaring kembali untuk mengikuti UKK di tingkat DPP PKB. (rnc26)