Seba, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., secara resmi melepas peserta Pawai Paskah 2026 Klasis Sabu Barat-Raijua di Gereja Imanuel Matepu, Sabu Barat, Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Asisten I Sekda, Ketua Klasis Sabu Barat-Raijua, Kapolsek Sabu Barat dan Hawu Mehara, perwakilan Kementerian Agama, para camat, pendeta, vikaris, serta seluruh peserta pawai.

Sebanyak 39 peserta ambil bagian dalam pawai tersebut, terdiri dari 37 mata jemaat Teritori Seba-Mesara, perwakilan Kementerian Agama, serta Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Iklan

Ibadah Kreatif Awali Kegiatan

Sebelum pelepasan, kegiatan diawali dengan Ibadah Kreatif Paskah yang mengusung tema “Kristus Bangkit Memperbaharui Kemanusiaan” dan subtema “Solidaritas Kristus Menumbuhkan Harapan di Tanah Kering”.

Ibadah ini menjadi momen refleksi iman sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh peserta sebelum mengikuti pawai.

Paskah jadi Sumber Harapan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Thobias Uly menegaskan bahwa Paskah merupakan momentum penting bagi umat Kristiani untuk mengingat kasih Tuhan melalui pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus.

Menurutnya, makna Paskah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui nilai kasih, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.

“Saya mengajak kita semua untuk menjadikan makna Paskah sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu hidup dalam kasih, saling menghargai, serta terus berkontribusi positif dalam pembangunan daerah Kabupaten Sabu Raijua,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Tekankan Keamanan, Hindari Kekerasan

Wakil Bupati mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Ia secara tegas meminta agar kejadian kekerasan yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali.

Ia menyinggung insiden pada kegiatan pacuan kuda Paskah di Gereja Liemadiri yang menelan korban jiwa sebagai pelajaran penting bagi semua pihak.

“Jauhkan hal-hal yang bersifat kekerasan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar perayaan Paskah berlangsung aman dan penuh sukacita,” tegasnya.

Dorong Gerakan Tanam Pohon

Di tengah kondisi musim kemarau, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan “satu orang satu pohon” sebagai langkah nyata menjaga lingkungan.

Menurutnya, gerakan ini penting untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Jaga Kebersihan dan Ketertiban

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati mengimbau seluruh peserta untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, serta memastikan kegiatan berlangsung tertib dan nyaman.

Setelah rangkaian ibadah, Wakil Bupati secara resmi melepas Pawai Paskah 2026. Rute pawai dimulai dari Gereja Imanuel Matepu, Sabu Barat, dan berakhir di Gereja Imanuel Ligu, Hawu Mehara.

“Kiranya Tuhan memberkati setiap langkah kita semua,” tutupnya.

Pawai Paskah ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan antarumat serta memperkuat nilai iman dan kebersamaan di Kabupaten Sabu Raijua. (*/rnc)