Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam Yesus, Allah sedang membuka jalan yang baru. N. T. Wright dan juga banyak teolog kontemporer menegaskan bahwa Yesus menggantikan logika Bait Suci lama: kini kehadiran Allah tidak lagi dipusatkan pada batu dan tembok, tetapi pada Kristus yang disalibkan dan dibangkitkan. Dan Paskah akan menjawab ini lebih jauh: tubuh Kristus yang bangkit menjadi tanda Bait yang baru, dan melalui Roh Kudus, tubuh orang percaya dipanggil menjadi tempat kehadiran Allah.
Jadi pertanyaannya untuk gereja hari ini: apakah kita masih sibuk membanggakan “bait” versi kita—gedung, struktur, jabatan, simbol, denominasi—tetapi lupa bahwa Allah mau hadir dalam tubuh yang terluka, dalam manusia yang dipulihkan, dalam hidup yang dibarui?
Belum berhenti di situ. Bumi bergoncang. Bukit-bukit batu terbelah. Kuburan-kuburan terbuka. Alam seperti memberi kesaksian bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang terjadi. Seluruh pusat-pusat kuasa manusia digoncang. Imperium yang terlihat kokoh ternyata tidak mutlak. Arogansi agama ternyata tidak final. Kekerasan ternyata tidak punya kata terakhir.
Bahkan kepala pasukan dan mereka yang menjaga Yesus pun menjadi takut dan berkata, “Sungguh, Ia ini Anak Allah.” Menarik sebab yang pertama-tama mengucapkan pengakuan itu bukan elite religius, tetapi justru orang-orang yang tadinya berdiri di pihak kekuasaan penyalib.
