Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Wali Kota juga optimistis karnaval ini akan semakin besar di masa depan dan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
“Tahun depan pasti lebih ramai. Bahkan kami berharap suatu saat hotel-hotel penuh karena orang datang khusus untuk menyaksikan karnaval budaya Kota Kupang,” katanya.
Selain menjadi panggung budaya, karnaval ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Pelaku industri kreatif seperti perias, penenun, dan penyedia busana adat mengalami peningkatan permintaan selama persiapan hingga pelaksanaan acara.
“Ini bukan hanya soal budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi. UMKM hidup dan industri kreatif tumbuh,” tambahnya.
Suasana semakin meriah sekaligus emosional saat Sky Band membawakan lagu “Rindu Rumah” yang menggambarkan kedekatan masyarakat dengan Kota Kupang. Lagu tersebut menjadi simbol ikatan emosional warga terhadap kota yang penuh kenangan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk menjaga Kota Kupang sebagai warisan bersama yang harus dirawat untuk generasi mendatang.
“Kota ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga titipan untuk anak cucu kita,” pesannya.
Karnaval budaya perdana ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi juga awal dari tradisi baru yang memperkuat identitas keberagaman serta langkah strategis menjadikan Kota Kupang sebagai destinasi budaya yang hidup dan membanggakan. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

