Selain itu, faktor cakupan wilayah atau coverage juga berperan besar. Contohnya adalah Polri yang memiliki jaringan hingga tingkat daerah seperti Polda dan Polsek, sehingga lebih dekat dengan masyarakat.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah kedekatan dengan Presiden. Menurut Arya, Sekretariat Kabinet memiliki intensitas tinggi dalam mendampingi kegiatan Presiden, sehingga meningkatkan visibilitasnya di mata publik.

“Kedekatan dengan Presiden membuat exposure Sekretariat Kabinet lebih tinggi, yang berpengaruh pada tingkat popularitasnya,” tambahnya.

CEO Cyrus Network, Hafizhul Mizan, juga menyoroti adanya pengaruh figur pimpinan dalam membentuk persepsi publik terhadap lembaga.

Ia mengakui bahwa popularitas tokoh kerap berdampak pada penilaian institusi, meskipun survei difokuskan pada kinerja lembaga.

“Masyarakat pada akhirnya tidak sepenuhnya memisahkan antara tokoh dan institusi, sehingga ada bias popularitas,” ujarnya.

Meski demikian, hasil survei menunjukkan bahwa Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet menjadi dua institusi yang dinilai unggul, baik dari sisi popularitas maupun kinerja.

Menurut Hafizhul, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi komunikasi publik yang efektif.