Ia pun mengapresiasi pengukuhan Prof. Otto Madung sebagai Guru Besar Filsafat Politik, yang dinilai akan memperkuat kontribusi pemikiran kritis bagi pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan selamat atas pengukuhan ini,” ujarnya.

Minimnya Jumlah Profesor di NTT

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, menyebut pengukuhan guru besar merupakan tradisi akademik penting dalam menjaga marwah pendidikan tinggi.

Iklan

Ia mengungkapkan, jumlah profesor di NTT masih sangat terbatas. Dari sekitar 3.000 dosen aktif, jumlah profesor belum mencapai 1 persen, jauh dari ideal minimal 10 persen.

“Ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan tinggi di NTT,” katanya.

Menurutnya, kehadiran Prof. Otto sebagai guru besar filsafat politik memiliki nilai strategis karena bidang tersebut masih langka.

Dorongan Penguatan Budaya Akademik

Wakil Rektor IFTK Ledalero, Dr. Yohanes Hans Monteiro, menegaskan bahwa capaian Prof. Otto merupakan hasil konsistensi dalam membangun budaya akademik melalui pengajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah.

Ia berharap pengukuhan ini menjadi motivasi bagi dosen lain untuk terus meningkatkan kualitas akademik.

IFTK Ledalero sendiri merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero yang berdiri sejak 1932 dan resmi menjadi institut pada 2022. Kampus ini dikenal sebagai pusat pemikiran filosofis yang berkontribusi dalam mencetak intelektual dan misionaris hingga tingkat global.