Ba’a, RakyatNTT.ID Suasana meriah terlihat di areal persawahan Kapasiok di Kabupaten Rote Ndao saat panen raya pada Minggu (26/4/2026). Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, turun langsung ke sawah bersama ratusan petani untuk memanen hasil pertanian dari total lahan seluas 435,70 hektare.

Suasana penuh kegembiraan tampak ketika hasil panen yang melimpah diangkat dari sawah. Momentum ini menjadi bukti nyata peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Paulus Henuk juga menyerahkan bantuan alat pertanian modern berupa combine harvester kepada petani. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses panen sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di sektor pertanian.

Iklan

“Dengan alat modern ini, kita ingin mengubah pola tanam. Dari satu kali panen, target kita menjadi dua kali panen dalam setahun,” tegas Paulus di hadapan para petani.

Panen raya ini melibatkan enam kelompok tani, yakni Hanya Dalam Hu, Tulufali, Sangga Sodak, Batu Karang, Tuanalain, dan Lekonak Indah. Keberhasilan mereka dinilai sebagai indikator kuat bahwa Rote Ndao serius dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Bupati Paulus menegaskan bahwa hasil panen yang dicapai saat ini menunjukkan potensi besar daerah dalam mencapai swasembada pangan.

“Hasil panen hari ini membuktikan bahwa Rote Ndao mampu mandiri pangan,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung sektor pertanian melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, serta perbaikan infrastruktur irigasi guna meningkatkan produktivitas petani.

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menargetkan surplus beras pada tahun 2027. Target tersebut akan dicapai melalui perluasan lahan pertanian serta pengembangan sistem pertanian terpadu.

Para ketua kelompok tani, di antaranya Eduard Ndolu dan Julius Leokuna, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Mereka berharap dukungan tersebut terus berlanjut, khususnya dalam menjaga stabilitas harga gabah agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

Panen raya Kapasiok menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus harapan besar bagi kemandirian pangan di Kabupaten Rote Ndao. (rnc12)