Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lewoleba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Lembata menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan bencana dengan menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung, Rabu (15/4/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, di Kantor Desa Babokerong. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya staf ahli bupati, Kepala Pelaksana BPBD beserta tim, Kepala Kesbangpol, pimpinan OPD terkait, Camat Nagawutung, serta masyarakat terdampak.
Camat Nagawutung, Vitalis Hubetus Wajo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan daerah di tengah kondisi bencana yang dihadapi warga.
“Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir bersama masyarakat. Bantuan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi wujud kepedulian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Yohanes Gregorius S. Demo, menjelaskan bahwa gempa terjadi dalam periode 8 hingga 11 April 2026 dan tergolong gempa tektonik dangkal. Fenomena ini diduga berkaitan dengan aktivitas sesar aktif baru di wilayah laut dari sekitar Pulau Solor hingga perairan Babokerong.
Selama periode tersebut, sedikitnya enam kali gempa dirasakan masyarakat. Dampaknya cukup signifikan dengan kerusakan pada 35 unit rumah warga, satu fasilitas umum berupa masjid, serta menimbulkan trauma psikologis.
Hasil asesmen menunjukkan sebagian besar rumah warga belum memenuhi standar konstruksi tahan gempa, terutama pada struktur utama bangunan, sehingga memperparah tingkat kerusakan.
Merespons kondisi ini, pemerintah daerah melalui BPBD segera melakukan langkah cepat seperti koordinasi lintas sektor, pemantauan lapangan, kaji cepat (rapid assessment), hingga penyaluran bantuan darurat. Selain itu, pemerintah juga mengusulkan bantuan ke BNPB melalui Dana Siap Pakai (DSP) serta menyusun kajian kebutuhan pascabencana sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi.
Upaya penanganan juga diperkuat dengan langkah mitigasi jangka menengah, seperti sosialisasi rumah tahan gempa, pelatihan keluarga tangguh bencana, serta penyusunan jalur evakuasi.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pemerintah itu ibarat vitamin, memberi dukungan dan penguatan. Namun kekuatan utama tetap berasal dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi 790 kilogram beras, lima set peralatan dapur, dua unit kasur, serta perlengkapan makan berupa piring dan gelas.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mendorong penguatan ekonomi melalui sektor perikanan, pertanian, dan peternakan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.
Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendampingi masyarakat hingga tahap pemulihan.
“Masyarakat tidak sendiri. Pemerintah akan terus hadir memastikan penanganan berjalan baik, dari tanggap darurat hingga rehabilitasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi, terutama dengan adanya indikasi sesar aktif baru. Pemerintah, lanjutnya, akan menyusun regulasi teknis pembangunan rumah tahan gempa sebagai langkah preventif.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi, guna memastikan pemulihan berjalan berkelanjutan serta meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang. (*/rnc)
