Kondisi di pengungsian hingga kini masih serba terbatas. BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, terutama untuk menunjang kebutuhan kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak.

Kebutuhan tersebut meliputi tenda pengungsi dan tenda keluarga, makanan tambahan untuk bayi dan balita, pakaian anak, popok dewasa, perlengkapan bayi, selimut, kasur lipat, serta tikar.

Selain itu, pengungsi juga membutuhkan bahan pokok seperti beras, air bersih, dan paket sembako. Kebutuhan lain yang tak kalah penting adalah hygiene kit berupa sabun, perlengkapan mandi dan cuci, pembalut, hingga alat bantu seperti kursi roda dan tandu.

BPBD Flores Timur bersama TNI/Polri dan instansi terkait telah mulai menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak, terutama di Desa Lamahala Jaya dan Desa Terong.

Logistik yang telah didistribusikan antara lain 400 selimut, 200 tikar, 800 kasur lipat, 200 unit tenda keluarga, dua tenda pengungsi, serta 14 senter. Selain itu, juga disalurkan 200 paket hygiene kit, 200 karung beras ukuran 5 kilogram, dan 200 botol minyak kayu putih.

“Kami terus melakukan evaluasi karena jumlah pengungsi cukup banyak,” kata Maria.

Dampak gempa yang dipicu aktivitas sesar aktif ini juga menyebabkan kerusakan signifikan, dengan total 312 rumah warga dan 11 fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk tempat ibadah, SPBU, dan sekolah.