Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Faktanya sederhana: kami perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir dan tidak akan mengembangkan kemampuan untuk membuatnya dengan cepat,” tegas Vance.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, komitmen tersebut belum terlihat jelas dari pihak Iran.
“Pertanyaannya sederhana: apakah kami melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir? Kami belum melihat itu, tetapi kami berharap akan melihatnya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Iran tetap bersikeras bahwa program nuklir mereka hanya bertujuan damai dan bukan untuk pengembangan senjata.
Ketegangan Regional Masih Tinggi
Negosiasi ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran, baik dalam konflik terbaru yang dimulai pada 28 Februari maupun dalam operasi sebelumnya.
Meski demikian, Vance tidak menyinggung secara rinci isu lain yang juga krusial, seperti pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Sikap AS Dinilai Fleksibel
Dalam pernyataannya, Vance menegaskan bahwa pemerintah AS telah menunjukkan sikap terbuka dan fleksibel selama proses negosiasi berlangsung.
