Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Fenomena unik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah pemuda dari berbagai kelurahan bergerak secara swadaya memperbaiki jalan-jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Gerakan lintas profesi ini muncul secara spontan dan dengan cepat menarik perhatian publik, bahkan menjadi sorotan di media sosial. Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekaligus kritik terhadap kondisi infrastruktur jalan di ibu kota Provinsi NTT itu.
Sejak dimulai, para pemuda ini telah memperbaiki sedikitnya tujuh titik jalan rusak, mulai dari kawasan samping GOR hingga di depan Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
Salah satu penggagas gerakan, Om Stroom alias Arian Boimau, mengatakan aksi ini berangkat dari keresahan pribadi dan teman-temannya terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak namun belum tertangani secara maksimal.
“Jalan rusak di Kota Kupang ini bukan hal baru, sudah lama, tapi memang belum banyak yang bersuara,” ujarnya saat ditemui di Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (7/4/2026) dilansir dari ExpoNTT.com.
Melalui media sosial, ia mengajak pemuda lain untuk turut bergerak menyisir jalan-jalan rusak dan melakukan perbaikan sederhana demi mengurangi risiko kecelakaan.
“Yang kami pikirkan adalah risiko dari jalan rusak ini yang bisa mencelakakan pengguna jalan,” tegasnya.
Menurut Om Stroom, gerakan ini tidak terorganisir secara formal, melainkan terbentuk dari inisiatif bersama anak muda yang memiliki tujuan yang sama.
“Kami hanya orang-orang yang ingin meminimalisir kecelakaan di Kota Kupang,” tambahnya.

Dalam menjalankan aksi tersebut, mereka mengandalkan dana patungan dari kantong pribadi, serta dukungan masyarakat yang mengetahui kegiatan ini melalui media sosial.
“Kita patungan, ada juga bantuan dari masyarakat yang peduli,” ungkapnya.
Meski mendapat banyak dukungan, aksi ini juga tak lepas dari kritik sebagian netizen yang menilai gerakan tersebut sarat kepentingan politik. Namun, Om Stroom menegaskan bahwa kegiatan ini murni untuk kepentingan masyarakat.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Kupang dapat lebih serius memperhatikan kualitas pembangunan jalan. Menurutnya, banyak jalan di Kupang yang cepat rusak, bahkan dalam waktu satu hingga dua tahun setelah diperbaiki.
“Kualitas jalan harus diperhatikan. Jangan sampai baru satu atau dua tahun sudah rusak lagi,” pungkasnya.
Aksi para pemuda ini menjadi pengingat bahwa partisipasi masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam mendorong perubahan, sekaligus mempertegas harapan akan perbaikan infrastruktur yang lebih baik di Kota Kupang. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

