Menurutnya, program Diklat SAR menunjukkan keterlibatan nyata GAMKI dalam kerja-kerja kemanusiaan, terutama di wilayah NTT yang rawan bencana. Sementara Sekolah Demokrasi dinilai penting untuk mencetak generasi muda yang kritis, beretika, dan memahami demokrasi secara substansial.

Di sisi lain, Sekolah EO dan WO disebut sebagai inovasi dalam mendorong kemandirian ekonomi pemuda melalui sektor ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat citra NTT sebagai daerah wisata yang multikultural. Adapun Koperasi ORELA menjadi wujud pemberdayaan ekonomi berbasis solidaritas dan kebersamaan.

Lebih lanjut, Wagub Johni mendorong GAMKI untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM, khususnya lewat program One Community One Product (OCOP) dan Gerakan Beli NTT.

“GAMKI dapat menjadi motor penggerak di tingkat komunitas dalam mendukung OCOP, pendampingan UMKM, literasi hukum, serta pendidikan politik bagi generasi muda,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemuda Kristen harus mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat melalui kerja, pengabdian, dan pelayanan yang berdampak langsung.

Sementara itu, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menyebut Dies Natalis ke-64 menjadi momentum refleksi atas peran GAMKI dalam pembangunan daerah. Ia menyoroti sejumlah persoalan di NTT seperti tingginya angka stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, isu kesehatan mental, serta krisis air.