Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Rabu (4/4/2026), meninjau langsung kondisi KMP. Sirung dan KMP. Pulau Sabu, yang karam di pesisir pantai depan Gua Monyet, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Dua kapal feri milik Pemprov NTT tersebut karam setelah terseret gelombang dari pelabuhan Hansisi Semau pada Senin (2/3/2026). Cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir di wilayah NTT yang mengakibatkan hujan deras, angin kencang dan gelombang laut tinggi menjadi penyebab terseretnya kedua kapal tersebut.
Dalam kunjungannya, Wagub Johni Asadoma didampingi oleh sejumlah pejabat diantaranya Kadis Perhubungan NTT, Mahadin Sibarani, Kaban Pendapatan dan Aset Daerah NTT, Alexon Lumba, Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi Nange serta Karo Umum Setda NTT, Agustinus Sigasare.
“Kami ke sini untuk lihat langsung kondisi dua kapal ini. Sebetulnya kapal ini berlabuh di Hansisi, tapi karna angin kencang beberapa hari kemarin yang mengakibatkan jangkar kapalnya putus di bawah arus sampai ke sini. Tetapi syukurnya kapal-kapal ini terdampar di pantai ini, karena kalau misalkan terbawa hingga Samudra Hindia pasti kita akan kehilangan jejak,” jelas Wagub Johni Asadoma.
Wagub memastikan bahwa usai cuaca kembali normal, jajarannya akan mengecek kembali kondisi keseluruhan dua kapal tersebut dan melihat potensi yang dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan.
“Kalau laut sudah tenang, tidak ada badai lagi atau angin kencang dan lain sebagainya, kita akan melakukan assesmen pada kapal ini,” kata Wagub Johni Asadoma.
“Kemudian kita lihat apakah kapal ini masih bisa dioperasikan lagi atau bisa saja kita sewakan ke pihak ketiga bahkan juga kita bisa saja jual kapalnya karna kondisi kapal sendiri sudah lumayan parah, dikarenakan ada banyak kerusakan juga kekurangan-kekurangan lainnya, contohnya lambung pada kapal sendiri sudah bocor,” sambung mantan Kapolda NTT itu.
Menurut Wagub Johni Asadoma, jika kapal-kapal tersebut bisa disewakan pada pihak ketiga atau dilelang, tentu bisa menjadi salah satu kontribusi bagi pendapatan daerah. Anggaran yang didapat bisa menambah dan membiayai program-program Pemprov NTT lainnya yang lebih urgen, khususnya yang menyangkut pelayanan dasar masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan dan stunting.
“Selain dua kapal ini, Pemprov NTT tercatat juga memiliki tiga aset kapal lainnya, yakni Kapal Baswara 1, Baswara 2, dan Kapal Sasando. Tentu nanti akan kita upayakan, jika ada pihak ketiga yang mau kelola baik sewa atau beli. Anggaran yang kita peroleh akan kita maksimalkan program-program prioritas kita,” pungkasnya. (*/rnc)
