Lebih lanjut, Gubernur mendorong lulusan Unwira untuk terus mengembangkan diri, adaptif terhadap perubahan global, serta aktif membangun jejaring. Ia juga menekankan pentingnya peran lulusan sebagai pencipta lapangan kerja.

“Kami berharap lulusan Unwira tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja baru dan mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis riset dan kebutuhan riil di lapangan.

Iklan

Sementara itu, Rektor Unwira Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen lulusan berhasil menyelesaikan studi sarjana dalam 7 semester dan pascasarjana dalam 3 semester. Sebanyak 229 lulusan juga meraih predikat cum laude.

“Ini merupakan capaian luar biasa yang menunjukkan kualitas pendidikan di Unwira semakin baik dan kompetitif,” ungkapnya.

Rektor juga memaparkan sejumlah pencapaian institusi, di antaranya Program Studi Ilmu Komunikasi yang berhasil meraih akreditasi unggul, serta pembukaan Program Studi Magister (S2) Hukum sebagai bagian dari pengembangan akademik.

Dalam pesannya, Rektor menekankan bahwa wisuda merupakan awal dari proses belajar sepanjang hayat. Ia memperkenalkan prinsip “3T” sebagai pedoman hidup bagi para lulusan, yakni tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat.