Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menghidupkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kerohanian sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa.

Setelah sempat vakum sejak 2019, organisasi berbasis keagamaan ini kini kembali dibentuk dengan struktur kepengurusan yang telah rampung dan dijadwalkan segera dilantik dalam waktu dekat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., mengatakan pelantikan pengurus akan dilakukan setelah masa libur berakhir. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.

Iklan

“Selain pendidikan akademik, pembentukan karakter mahasiswa sangatlah krusial. Melalui pembinaan spiritual, kita ingin memastikan mahasiswa memiliki nilai moral dan integritas yang kuat sebagai bekal mereka di masa depan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Tiga UKM Siap Dilantik

Dalam pembentukan kali ini, Undana mengadopsi model UKM kerohanian berbasis agama secara terpisah guna mengoptimalkan pembinaan. Tiga unit yang telah siap dilantik yakni UKM Kerohanian Islam, Katolik, dan Protestan.

Sementara itu, pembentukan UKM Kerohanian Hindu masih dalam tahap penjajakan. Pihak kampus mengaku telah berkomunikasi dengan mahasiswa Hindu, namun jumlah anggota yang siap bergabung masih terbatas.

“Jika jumlahnya sudah memadai, tentu UKM Kerohanian Hindu akan segera dibentuk,” tambah Dr. Siprianus.

Perkuat Toleransi dan Kebersamaan

Sebagai organisasi resmi tingkat universitas, UKM kerohanian akan dikelola langsung oleh mahasiswa dengan pendampingan dosen pembina. Statusnya setara dengan UKM lain di lingkungan kampus dan tidak berada di bawah organisasi mahasiswa tertentu.

Pihak universitas juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh aktivitas UKM ini, baik melalui pendanaan maupun penyediaan fasilitas.

Kehadiran kembali UKM kerohanian di Undana diharapkan tidak hanya menjadi wadah pengembangan spiritualitas, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan harmoni di tengah keberagaman mahasiswa di kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur tersebut. (*/rnc)