Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) menetapkan tahun 2026 sebagai momentum transformasi kualitas lulusan melalui penguatan prestasi mahasiswa di level internasional dan pembenahan sistem pelacakan alumni (tracer study).

Kebijakan ini diambil untuk memastikan proses pendidikan di Undana memiliki korelasi yang kuat dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional dan global.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Drs. Siprianus Suban Garak, M.Si., mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 mahasiswa Undana mencatat lonjakan prestasi signifikan.

Iklan

“Tahun 2025 mahasiswa Undana terlibat dalam 1.019 kegiatan nasional dan 55 ajang internasional. Ini menunjukkan peningkatan partisipasi dan kualitas kompetitif mahasiswa,” ujarnya.

Rekap Prestasi: 17 Medali PON hingga Finalis Youthpreneur Kemenkeu

Dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di Hotel Harper Kupang, Senin (23/2), Dr. Siprianus memaparkan capaian mahasiswa dari berbagai bidang.

Atlet mahasiswa Undana berhasil menyumbangkan 17 medali emas dan perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Di bidang akademik, mahasiswa juga menorehkan prestasi dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC).

Sementara di sektor kewirausahaan, mahasiswa Undana berhasil menembus 40 besar finalis UMI Youthpreneur Kementerian Keuangan RI serta memperoleh pendanaan untuk 14 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

“Pencapaian ini menjadi tolok ukur bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di kancah nasional maupun global,” tegasnya.

Ribuan Mahasiswa Terima Beasiswa

Hingga 2025, Undana mengelola tujuh jenis beasiswa yang menjangkau 8.631 mahasiswa. Mayoritas bantuan bersumber dari pemerintah.

Penerima terbanyak berasal dari KIP Kuliah sebanyak 7.872 mahasiswa. Selain itu, terdapat beasiswa dari Kementerian Kesehatan, Afirmasi ADik Papua, Beasiswa Unggulan, LPDP, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), serta Beasiswa Merah Putih.

Dukungan finansial tersebut dinilai menjadi pilar penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa sekaligus mendorong peningkatan prestasi.

2026: Tracer Study Satu Pintu dan Penguatan UKM

Memasuki 2026, Undana memprioritaskan pembenahan sistem tracer study yang selama ini masih terfragmentasi dalam beberapa aplikasi. Integrasi sistem dinilai penting karena data alumni menjadi instrumen utama untuk mengukur relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kami akan memfokuskan seluruh data alumni dalam satu sistem tracer study terintegrasi. Umpan balik dari alumni dan pengguna lulusan akan menjadi dasar peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” jelas Dr. Siprianus.

Selain pembenahan sistem alumni, Undana juga merancang penguatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru, pelaksanaan program “BEM Berdampak”, serta inisiasi desa binaan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).

Tak hanya itu, Undana menargetkan diri menjadi tuan rumah kegiatan kemahasiswaan tingkat nasional guna memperkuat reputasi institusi dalam federasi pendidikan tinggi Indonesia.

Komitmen Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Melalui sinergi antara prestasi akademik dan non-akademik serta sistem evaluasi alumni yang akurat, Undana berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, adaptif terhadap perubahan, dan terserap maksimal di dunia kerja.

Transformasi kualitas lulusan Undana 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi perguruan tinggi tersebut sebagai pusat pendidikan unggulan di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia Timur. (*/rnc)