Kupang, RakyatNTT.ID Menghadapi persoalan kronis kemiskinan ekstrem dan tingginya prevalensi stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT), Universitas Nusa Cendana (Undana) menginisiasi pembentukan konsorsium riset lintas kampus.

Langkah strategis ini melibatkan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Politeknik Negeri Kupang (PNK), dan Universitas Timor (Unimor).

Kolaborasi tersebut disepakati dalam pertemuan pimpinan empat perguruan tinggi negeri di Ruang Rapat Rektor Undana, Rabu (25/2/2026). Fokus utama konsorsium adalah menyusun proposal riset terintegrasi untuk mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Akhiri Ego Sektoral Antar Kampus

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa sudah saatnya perguruan tinggi di NTT meninggalkan pola kerja parsial dan berjalan sendiri-sendiri.

Menurutnya, isu stunting dan ketahanan pangan bukan sekadar persoalan akademik, melainkan masalah kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan multidisipliner.

“Ke depan, kita tidak lagi membawa nama institusi masing-masing secara terpisah, tetapi hadir sebagai kekuatan bersama perguruan tinggi untuk NTT. SDM kita luar biasa. Jika dikemas dalam satu konsorsium yang solid, tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menolak usulan riset kita,” tegas Prof. Jefri.

Open Access Fasilitas dan Akselerasi Guru Besar

Konsorsium riset lintas kampus ini tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga membuka akses fasilitas bersama (open access). Undana memberikan kesempatan kepada dosen dari Politani, PNK, dan Unimor untuk memanfaatkan laboratorium, jurnal internasional, hingga penguatan pengelolaan jurnal terindeks Sinta.