Melalui prodi ini yang direncanakan berada di bawah Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, kampus berharap dapat mencetak dokter gigi dari putra-putri daerah yang siap mengabdi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas di wilayah terpencil.

Selain menyiapkan sarana fisik, Undana juga telah merancang kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik penyakit masyarakat di wilayah kepulauan. Hal ini bertujuan agar lulusan memiliki kemampuan klinis yang relevan dengan kondisi kesehatan di NTT.

Menunggu Verifikasi Ditjen Dikti

Saat ini proses pengajuan prodi baru tersebut telah memasuki tahap verifikasi dokumen dan peninjauan lapangan oleh tim asesor Ditjen Dikti.

Pihak universitas menyatakan siap melakukan berbagai perbaikan dan penyesuaian sesuai dengan rekomendasi dari kementerian selama proses evaluasi berlangsung.

“Kami tidak ingin sekadar membuka prodi baru, tetapi membangun pusat pendidikan kesehatan yang bermutu. Dukungan fasilitas yang memadai adalah harga mati untuk menjaga kualitas lulusan dan keselamatan pasien di masa depan,” tambah Prof. Annytha.

Jika pengajuan tersebut disetujui, kehadiran empat prodi baru di Undana diharapkan semakin memperkuat posisi universitas sebagai rujukan utama pendidikan tinggi di NTT, sekaligus membantu meningkatkan ketersediaan tenaga profesional dan tenaga kesehatan yang kompeten di daerah. (*/rnc)