Berdasarkan analisis kebutuhan daerah, Kecamatan Pahunga Lodu dipilih sebagai pusat pelaksanaan kegiatan. Setelah dilakukan verifikasi lapangan dan diskusi bersama camat serta tokoh masyarakat, Undana menetapkan enam desa sebagai lokasi sasaran program.

Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada April 2026 dengan fokus pada beberapa sektor prioritas, yakni pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan, dan pendidikan.

“Program ini dirancang untuk menstimulasi inovasi di sektor unggulan lokal. Kami ingin memastikan riset dari kampus dapat menjadi solusi terhadap masalah seperti stunting, gizi buruk, serta optimalisasi sumber daya alam yang belum tergarap,” jelas Andreas.

Iklan

Libatkan Profesor dan Mahasiswa

Pendanaan program ini akan disalurkan melalui mekanisme seleksi proposal yang ketat dari para pimpinan, profesor, dan dosen di lingkungan Undana. Para akademisi tersebut akan berperan sebagai pemimpin program sekaligus narasumber utama dalam upaya pemecahan berbagai persoalan di lapangan.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Undana juga mengintegrasikan kegiatan ini dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa. Mahasiswa akan ditempatkan secara berkala dalam tiga gelombang setiap tahun, yakni pada semester genap, alih semester, dan semester ganjil.