Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ruteng, RakyatNTT.ID – Suasana berbeda terlihat di halaman SDK Redong pada Senin pagi (2/3/2026). Di hadapan barisan siswa yang tertata rapi, AKP Galus Keko berdiri sebagai Inspektur Upacara (Irup).
Kehadirannya bukan sekadar simbol penegakan disiplin, melainkan bagian dari program “Polisi untuk Masyarakat” yang digagas Polres Manggarai Polda NTT.
Program ini menempatkan para perwira kepolisian sebagai Irup upacara bendera setiap hari Senin di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi di wilayah hukum Manggarai.
Langkah Preventif Bangun Kesadaran Hukum
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Manggarai Nomor Sprin/124/II/OPS 4.1./2026 yang diterbitkan pada 25 Februari 2026. Tujuannya tidak hanya memperkuat kedisiplinan pelajar, tetapi juga membangun kesadaran hukum sejak dini.
Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendekatkan polisi dengan generasi muda.
“Kita ingin anak-anak melihat polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai sahabat yang siap membantu dan membimbing mereka menjadi generasi yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain AKP Galus Keko di SDK Redong, sejumlah perwira lain juga memimpin upacara di sekolah berbeda pada hari yang sama. IPTU Jonathan T. Lembang bertugas di SDK Ruteng 1, IPTU Harun R. Syarif di SMK Kesehatan Indonesia Timur, dan IPDA Godelfridus Masyur Pagu, S.I.P., M.H., di SDK Ruteng 2.
Edukasi Inspiratif untuk Generasi Muda
Dalam amanat upacara, para perwira menyampaikan pesan kamtibmas dengan pendekatan edukatif dan inspiratif. Mereka tidak hanya memberikan larangan, tetapi juga menjelaskan alasan di balik aturan yang harus ditaati.
“Kami ingin mereka memahami mengapa sesuatu harus dihindari, karena itu bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata IPDA Godelfridus usai memimpin upacara di SDK Ruteng 2.
Para siswa diingatkan untuk menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, adat, dan hukum. Edukasi juga mencakup penggunaan media sosial secara bijak, bahaya narkoba dan minuman keras, pencegahan tawuran, serta kewaspadaan terhadap informasi hoaks.
Lebih dari itu, para pelajar didorong untuk fokus belajar, meraih cita-cita, dan menjadi kebanggaan keluarga serta masyarakat.
Sinergi Polisi dan Dunia Pendidikan
Program Polisi untuk Masyarakat mendapat respons positif dari pihak sekolah. Para kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan Polres Manggarai.
Kehadiran polisi dalam upacara dinilai mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Dengan pelaksanaan rutin setiap pekan, Polres Manggarai berharap kesadaran hukum dan integritas generasi muda semakin kuat sejak bangku sekolah. Generasi yang menghargai hukum diyakini menjadi fondasi utama terciptanya masyarakat yang damai, tertib, dan sejahtera di Manggarai. (*/rnc)
