Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Itu perjanjian Bokos itu ada kesepakatan dan sumpah adat, disaksikan dua kaka kami Liurai dan Sonbai, juga perwakilan Kementerian Luar Negeri dari kedua negara,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, alasan kuat Rakyat Amfoang masuk dan menduduki Naktuka adalah bentuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Juga bentuk protes terhadap pihak pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Prabowo yang terkesan membiarkan wilayah Naktuka bisa dikuasai masyarakat RDTL. Pasalnya, masyarakat Amfoang yang sebenarnya memiliki hak atas lahan, justru tidak diperbolehkan pemerintah RI melalui satgas pamtas dari TNI.
Raja Roby Manoh juga mengkritisi sikap Presiden Prabowo Subianto yang berbicara lantang tentang mempertahankan kedaulatan, namun tidak mampu menerapkannya. Untuk itu, kata dia, rakyat Amfoang akan menunjukan sikap bagaimana mempertahankan kedaulatan negara dengan cara menduduki Naktuka, walau dihadang TNI.
“Katanya sejengkal tanah pun tidak akan dibiarkan. Tapi ini 1.080 hektar tanah yang sudah diambil musuh. Musuh makan enak, kita makan garam, kita kuah kosong,” pungkasnya. (rnc04)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

