Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lewoleba, RakyatNTT.ID – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Syafrudin Sira, menghadiri kegiatan Pengukuhan Wilayah Muro di Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur.
Kegiatan ini juga dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimcam, camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha.
Pengukuhan Wilayah Muro menjadi langkah strategis dalam memperkuat kearifan lokal masyarakat pesisir dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh adat, masyarakat, serta LSM Yayasan Barakat yang selama ini aktif mendorong sistem pengelolaan laut berbasis komunitas.
Revitalisasi Sistem Adat Muro
Melalui pengukuhan ini, masyarakat Desa Todanara berkomitmen untuk merevitalisasi sistem adat Muro sebagai mekanisme pengaturan pemanfaatan sumber daya laut. Penetapan batas wilayah dan aturan pengelolaan dilakukan melalui musyawarah adat dengan mengedepankan nilai-nilai tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Sistem Muro dinilai efektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus menjamin keberlanjutan mata pencaharian nelayan setempat.
Apresiasi untuk Pelestarian Laut
Dalam sambutannya, Bupati Lembata menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang didominasi hujan saat ini membawa berkah bagi sektor pertanian dan perikanan. Ia juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Barakat atas kontribusinya dalam menjaga kelestarian laut melalui penerapan sistem Muro di berbagai wilayah.
“Program perlindungan habitat laut melalui sistem Muro telah berjalan di sejumlah desa dan terus diperluas, termasuk di wilayah Kedang seperti Meluwiting, Rumang, dan Atanila,” ujarnya.
Dorong Sinergi dan Pemberdayaan Ekonomi
Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga mitra dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengapresiasi partisipasi warga yang telah menghibahkan lahan seluas 5 hektar untuk mendukung program konservasi dan pengembangan ekonomi desa.
Meski di tengah tantangan keuangan pemerintah daerah, Bupati mengajak masyarakat tetap optimis dan memanfaatkan potensi lokal yang ada.
Fokus Penguatan Sektor Pertanian dan Peternakan
Pemerintah Kabupaten Lembata juga terus mendorong peningkatan produksi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Salah satunya melalui dukungan pemasaran hasil produksi lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun masih memerlukan penyempurnaan.
Bupati turut menyoroti rendahnya produksi ternak dibandingkan tingkat pemotongan, serta penurunan populasi ayam, kambing, dan babi dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, masyarakat didorong meningkatkan usaha peternakan.
Sebagai solusi, pemerintah tengah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti Bukit Ruminansia dan Bukit HOG sebagai pusat penampungan dan pemasaran hasil ternak.
Wujud Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Lokal
Pengukuhan Wilayah Muro diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi utama, Kabupaten Lembata terus mendorong pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat dan kelestarian alam. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

