Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus menggencarkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran penyakit leptospirosis melalui aksi terpadu di lapangan.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., bersama Sekretaris Daerah dan Tim Korve Lingkungan, Kamis (26/3/2026).

Tim yang diterjunkan merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI/Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Sosial dan P3A, Puskesmas Seba, Camat Sabu Barat, hingga aparat desa dan kelurahan setempat.

Langkah cepat ini diambil setelah pemerintah daerah melakukan pemeriksaan intensif terhadap warga yang diduga terinfeksi dan menerima hasil laboratorium yang mengonfirmasi kasus positif leptospirosis. Sebagai respons, Tim Korve Lingkungan kembali diterjunkan untuk kedua kalinya ke lokasi terdampak.

Wakil Bupati Thobias Uly menyampaikan bahwa langkah cepat pemerintah daerah mendapat apresiasi dari berbagai pihak. “Pemerintah Daerah mendapatkan apresiasi atas tindakan cepat dalam penanganan kasus leptospirosis di Sabu Raijua,” ujarnya dalam wawancara dengan RRI Kupang.

Di lapangan, tim melakukan berbagai upaya konkret, mulai dari pemberian bantuan langsung berupa sepatu boots untuk melindungi warga saat beraktivitas di area berlumpur, hingga pengobatan preventif bagi anggota keluarga, baik yang sehat maupun yang sakit.

Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi kesehatan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala leptospirosis. Tim turut melakukan penyemprotan disinfektan pada genangan air serta perawatan sumur warga untuk mencegah kontaminasi.

Upaya lain yang dilakukan adalah perbaikan infrastruktur dengan menyalurkan bantuan material seperti semen, pasir, dan gorong-gorong guna meninggikan bibir sumur agar tidak terpapar air genangan.

Dinas Kesehatan juga akan melakukan pemantauan rutin selama 14 hari ke depan guna memastikan penyebaran penyakit dapat dikendalikan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua menegaskan bahwa kejadian ini merupakan duka bersama seluruh masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi mendukung langkah pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit.

Sementara itu, unsur TNI/Polri yang turut terlibat menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat. Mereka juga mengimbau warga untuk sementara waktu menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang guna mengurangi risiko penularan.

Pihak keluarga terdampak pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan pemerintah dan seluruh tim. Mereka mengaku kehadiran tim sangat membantu, baik secara moril maupun materil, dan siap mendukung langkah pencegahan ke depan.

Kolaborasi berbagai pihak ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kepedulian bersama merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua. (*/rnc)