Menanggapi hal tersebut, pihak Mitratel menyatakan kesiapan untuk membangun BTS di 13 titik yang telah melalui proses survei dan verifikasi. Lokasi tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Sabu Barat, Sabu Tengah, Sabu Timur, Sabu Liae, dan Hawu Mehara.

Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti persoalan status kepemilikan lahan dan beberapa titik yang berada dalam kawasan hutan. Hal ini berpotensi menghambat proses pembangunan jika tidak segera ditangani.

Wakil Bupati pun memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk mengatasi kendala tersebut. Ia menegaskan bahwa perangkat daerah terkait akan segera melakukan mediasi dengan pemilik lahan serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kami tidak ingin persoalan administrasi dan lahan menjadi penghambat. Pemerintah daerah akan bergerak cepat dan memastikan proses perizinan berjalan lancar,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Sabu Raijua juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan guna memperoleh izin pada lokasi yang masuk kawasan hutan.

Pihak Mitratel turut berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam kemudahan perizinan saat memasuki tahap konstruksi. Sinergi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital di wilayah kepulauan tersebut.