Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lewoleba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata mulai mendorong penguatan infrastruktur energi daerah melalui rencana revitalisasi depot BBM atau jobber di Lewoleba.
Proyek ini dibahas dalam rapat koordinasi virtual antara Pemkab Lembata dan PT Grayson Alfarezy Sapujagad (GAS) yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq di Ruang Rapat Bupati Lembata, Sabtu (14/3/2026).
Dalam pemaparannya, pihak PT Grayson Alfarezy Sapujagad menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan mengoptimalkan fasilitas depot BBM Lewoleba yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Revitalisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM non-subsidi, sekaligus memperlancar sistem distribusi energi di Kabupaten Lembata.
Kapasitas Penyimpanan 1.200 Kiloliter
Berdasarkan proposal kerja sama yang dipaparkan, revitalisasi akan dilakukan pada fasilitas depot yang telah ada dengan kapasitas tangki 4 unit masing-masing 300 kiloliter atau total sekitar 1.200 kiloliter.
Tangki tersebut direncanakan digunakan untuk penyimpanan berbagai jenis BBM, seperti:
Selain peningkatan fasilitas penyimpanan, proyek ini juga mencakup pembangunan trestel jetty atau dermaga khusus dengan kapasitas sekitar 1.000 DWT guna mendukung aktivitas bongkar muat BBM dari kapal tanker.
Pengembangan depot juga akan dilakukan dengan peningkatan standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE) agar memenuhi standar industri minyak dan gas sesuai rekomendasi hasil audit teknis.
Kurangi Ketergantungan Pasokan BBM
Secara ekonomi dan logistik, keberadaan depot BBM di Lewoleba dinilai sangat strategis. Selama ini, pasokan BBM ke Lembata masih bergantung pada Fuel Terminal Ende dan Maumere.
Distribusi BBM biasanya menggunakan kapal kayu dengan waktu tempuh sekitar 7 hingga 10 jam, yang kerap menghadapi kendala cuaca seperti gelombang tinggi dan angin kencang.
Dengan adanya depot BBM yang berfungsi optimal, diharapkan pasokan energi bagi berbagai sektor ekonomi dapat lebih stabil, termasuk sektor perikanan dan nelayan, transportasi, industri local dan aktivitas pertambangan.
Selain itu, depot juga diharapkan membantu memastikan distribusi BBM bersubsidi di SPBU lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
Investasi Ditanggung Pihak Swasta
Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, seluruh biaya revitalisasi depot akan ditanggung sepenuhnya oleh PT Grayson Alfarezy Sapujagad.
Setelah tercapai kesepakatan kerja sama dengan Pemkab Lembata, perusahaan akan melanjutkan proses pengurusan berbagai perizinan, termasuk izin lingkungan, izin sektor migas dan izin pembangunan dermaga khusus dari Kementerian Perhubungan.
Berdasarkan timeline proyek, revitalisasi depot BBM tersebut direncanakan mulai berjalan pada 1 April hingga 30 Juni 2026 dengan tahapan pekerjaan yang dilaksanakan secara bertahap.
Bupati Tekankan Sinkronisasi Perizinan
Dalam arahannya, Bupati Lembata Kanisius Tuaq menekankan pentingnya sinkronisasi antara proses administrasi dan pekerjaan fisik di lapangan.
Ia meminta agar item perizinan dimasukkan dalam time schedule proyek sehingga tidak terjadi keterlambatan akibat proses birokrasi.
“Setelah hari raya nanti, kita rencanakan tim turun bersama ke lokasi untuk melakukan pembersihan atau clearing secara serentak agar proses perbaikan dapat segera berjalan,” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan harus berjalan secara simultan, khususnya terkait pengaturan sewa lahan dan pemanfaatan aset daerah.
Menurutnya, ketelitian dalam pengelolaan administrasi sangat penting agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Terkait rencana pembangunan dermaga serta status lahan yang disebut sebagai lahan tambak, Bupati meminta agar dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan kejelasan status hukum lahan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Melalui kerja sama ini, Pemkab Lembata berharap depot BBM Lewoleba dapat berfungsi optimal sebagai pusat penerimaan, penyimpanan, dan distribusi BBM.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi daerah, tetapi juga menjadi pendorong aktivitas ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Lembata.
Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, Asisten I Sekda Quintus Irenius Suciadi, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah seperti Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, DPMPTSP, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Bapenda, hingga Bappelitbangda. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

