Waikabubak, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat resmi meluncurkan modul ajar berbasis budaya Sumba sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual. Kegiatan diseminasi dan peluncuran ini digelar pada Kamis (12/3/2026).

Peluncuran modul ajar budaya Sumba ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius T. Ragga, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Samuel Kali Kulla, perwakilan William & Lily Foundation, serta para pengawas pendidikan.

Modul Ajar Budaya Sumba Dekatkan Pembelajaran dengan Kehidupan Siswa

Dalam laporan panitia, ditegaskan bahwa integrasi budaya lokal dan penggunaan bahasa ibu dalam proses pembelajaran sangat penting untuk membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah.

Sebanyak 60 guru telah mengikuti pelatihan pengembangan metode pembelajaran literasi dan numerasi berbasis budaya lokal. Hasilnya, sebanyak 40 modul ajar budaya Sumba berhasil disusun dan diluncurkan dalam kegiatan tersebut.

Modul ini dirancang dengan mengangkat nilai-nilai budaya Sumba yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih relevan dan menarik.

Guru Apresiasi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal

Perwakilan guru, Kepala Sekolah Wee Karou, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan mitra yang telah melibatkan guru dalam proses penyusunan modul.