Kupang, RakyatNTT.ID Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAT) mempercepat sosialisasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Sosialisasi yang dilakukan secara daring pada Kamis (26/3/2026) ini bertujuan memastikan lulusan SMA/sederajat dengan potensi akademik tinggi tetap dapat mengakses pendidikan tinggi meski terkendala ekonomi.

Program KIP Kuliah menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam pemerataan akses pendidikan. Mahasiswa yang lolos seleksi tidak hanya dibebaskan dari biaya pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), tetapi juga mendapatkan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta bantuan biaya hidup bulanan selama masa studi.

Iklan

Seleksi Berbasis Data Terpadu

Plt. Kepala PPAT Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Eng. Sandro Mihradi, menegaskan bahwa KIP Kuliah dirancang agar faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi generasi muda meraih pendidikan tinggi.

Pada tahun 2026, proses seleksi diperketat dengan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penentuan penerima, khususnya pada kelompok Desil 1 hingga Desil 4.