Paulus menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dalam perencanaan pembangunan masih menjadi model terbaik. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara aktif mampu menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan efektif.

“Model perencanaan yang partisipatif ini masih dianggap yang terbaik dan efektif dalam mencapai tujuan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa forum Musrenbang menjadi ruang strategis bagi DPRD untuk menyampaikan gagasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam program pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, DPRD Manggarai secara resmi menyerahkan dokumen pokok-pokok pikiran (pokir) kepada pemerintah daerah. Dokumen ini merupakan hasil dari proses penyerapan aspirasi masyarakat melalui kunjungan lapangan serta telaah berbagai masukan yang diterima.

“Pokir-pokir ini sungguh merupakan suara rakyat. Kami berharap pokok pikiran ini benar-benar diperhatikan dan tidak tercecer dalam proses perencanaan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Paulus Peos kembali mengingatkan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

“Kami masih ingat janji kami untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang kami wakili demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (rnc28)